BUTON, BUTONSATU.com -  Terkait dugaan penghinaan nenek moyang Mahasiswa Muhammadiyah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tenggara buka suara.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar video oknum Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) Azaluddin yang tengah bersitegang dengan seorang mahasiswa. Oknum tersebut mengeluarkan perkataan "Apa yang bisa… kenapa kau tare itu, uangnya nenek moyangmu itu, dipakekan itu".

Perkataan itu diduga ditujukan kepada Ketua Umum IMM Kota Baubau, IMMawan Ilham yang mana pada saat itu sedang memperjuangkan marwah, harkat dan martabat IMM yang didiskriminasi oleh pihak-pihak yang ada di Amal Usaha Muhammadiyah UMB dalam rangka Vaksinasi Covid-19 yang digelar Polres Baubau.

Menurut pandangan Ketua Bidang Hikmah (Kabid Hikmah) IMM Sultra La Ode Subroto, kalimat itu jelas menyudutkan kader-kader IMM dan merupakan penghinaan terhadap nenek moyang atau leluhur IMM.

Ia menegaskan, bahwa Nenek Moyang IMM tiada lain dan tiada bukan adalah generasi pertama atau pendiri IMM seperti Drs. Moh. Djasman Al Kindi, bersama Anggota M. Husni Thamrin, A. rosyad Saleh, Soedibjo Markoes, Moh. Arief.

Dengan memperhatikan Anggaran Dasar IMM Pasal 7, bahwa tujuan IMM yakni mengusahakan terwujudnya akademisi islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah, serta Pasal 8 ayat (3) yakni mempergiat, mengefektifkan dan mengoptimalkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar kepada masyarakat,terutama Mahasiswa.

Selanjutnya, Anggaran Rumah Tangga IMM Pasal 6 ayat (2) huruf a yakni mempelajari dan mengamalkan kepribadian dan khittah perjuangan Muhammadiyah. Kemudian berdasarkan landasan dalam salah satu khittah perjuangan Muhammadiyah, yang pada pokoknya memulihkan kembali Muhammadiyah sebagai persyarikatan yang menghimpun sebagian anggota masyarakat, terdiri dari muslimin dan muslimat yang beriman, teguh, taat beribadah, berakhlak mulia dan menjadi teladan yang baik di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga: IMM Buton Kecam Pernyataan Wakil Rektor II UMB yang Diduga Menghina Nenek Moyang Mahasiswa Muhammadiyah

Menimbang sebagimana uraian kronoligis singkat, serta memperhatikan Anggaran Dasar (Pasal 7 & 8) dan Anggaran Rumah Tangga (Pasal 6) IMM yang berlandaskan pada Khittah Perjuangan Muhammadiyah Kabid Hikmah DPD IMM Sultra menyimpulkan bahwa statement dari oknum wakil rektor Azaluddin, SE, M.Ak tersebut sangat mengiris nurani anak-anak IMM.

La Ode Subroto sangat menyayangkan respon pihak kampus yang sampai saat ini belum memberikan sangsi berupa teguran maupun pemecatan terhadap saudara Azaluddin. Terlebih pernyataan saudara Azaludin selaku Warek II dinilai tidak memiliki bobot akademik dan tidak beretika.

Oleh karna itu DPD IMM Sultra meminta kepada:

  1. Badan Pimpinan Harian (BPH) UMB sebagai perpanjangan tangan dan/atau yang mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) di Amal Usaha Muhammadiyah di UMB dan rektor UMB Untuk segera memberhentikan secara tidak hormat atas nama Azaludi, SE, M.Ak sebagai dosen tetap UMB dan mengusulkan pemberhentian atas nama Azaluddin SE, M.Ak sebagai wakil rektor II (Bidang Keuangan) UMB kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cq. Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
  2. Mendesak Kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Baubau Untuk Segera mengusulkan pemecatan keanggotaan sebagai warga Muhammadiyah atas nama Azaluddin
  3. Mendesak kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara untuk segera menindaklanjuti pemecatan keanggotaan sebagai warga Muhammadiyah atas nama Azaluddin dan pemecatan  secara tidak hormat atas nama Azaluddin, sebagai dosen tetap UMB dan pengusulan pemberhentian atas nama Azalauddin, sebagai wakil rektor II (Bidang Keuangan) UMB kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cq. Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
  4. Mendesak kepada ketua forum keluarga alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sultra, Kota Baubau dan Kabupeten Buton untuk mengawal insiden penghinaan dan pelecehan terhadap nenek moyang IMM  yang terjadi di kampus UMB
  5. Meminta kepada seluruh alumni, kader dan keluarga besar IMM Se-Indonesia untuk mengutuk dengan keras penghinaan terhadap nenek moyang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dilakukan oleh dan atas nama Azaluddin.