BUTON, BUTONSATU.com -  Sejak didirikan tahun 2019 lalu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Percontohan Buton, tahun ini direncanakan akan membuka pendaftaran siswa baru.

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Buton, Wa Ode Lilyana mengatakan bahwa tahun ajaran baru ini Paud Percontohan Buton akan dibuka pendaftarannya.

"Bulan-bulan enam tujuh kita akan buka pendaftarannya," katanya saat dikonfirmasi disamping Kantor Bupati Buton, Senin (24/5/2021).

Dikatakannya, pihaknya baru  membuka pendaftaran siswa karena terkendala dengan Pandemi Covid-19, itupun juga masih pihaknya masih akan menunggu Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri di Makassar.

"Kemarin kan kita tidak boleh tatap muka, nah untuk tatap muka itu sendiri kami dari Dinas Pendidikan akan diundang di Makassar pada tanggal 27-29 Mei kita akan mendengarkan SKB 4 Menteri," ujarnya.

"Kalau SD sudah boleh dilaksanakan maka keputusan yang nanti ini dilaksanakan adalah apakah TK sudah bisa merujuk juga proses tatap muka, kalau itu sudah bisa maka kami akan wacanakan kembali mengenai anggarannya karena adanya refocusing akhirnya kami terhambat," tambahnya.

Menurutnya, setelah SKB 4 Menteri tersebut didapatkan, maka hal itulah yang akan menjadi dasar Dinas Pendidikan untuk menyurati Paud-paud di Kabupaten Buton untuk melaksanakan tatap muka.

Selain itu, lanjut Wa Ode Lilyana, karena kondisi Paud Percontohan Buton itu dekat dengan jalan raya maka ia akan memfokuskan pembangunan pagar depan karena pada pembangunan 2020 lalu yang terealisasi hanya pembangunan pagar samping.

"Sebenarnya kami juga ingin segera memanfaatkan itu Paud, hanya resiko-resiko yang kami antisipasi dari awal seperti pagar tadi belum terealisasi semua karena adanya refocusing anggaran," tuturnya.

"Semoga saja tahun ini dapat terealisasi semua sehingga kita dapat membuka pendaftaran siswa baru," sambungnya.

Baca Juga: Unidayan Baubau Bangun Gedung Perkuliahan di Buton, Ini Kata La Bakry

Masih kata Wa Ode Lilyana, yang menjadi kendala lainnya juga saat itu adalah minimnya guru-guru Paud karena regulasi saat ini yang dapat diperoleh melakukan pengajaran di Paud hanya Sarjana Paud.

"Sementara kita di Buton sendiri kita sangat terbatas para Sarjana kita yang sertifikasinya itu adalah di bidang Paud, itulah yang menjadi kendala kita saat itu dan sekarang sudah di akomodir di PPPK," tandasnya.

Terakhir, Wa Ode Lilyana menambahkan bahwa setelah diaktifkan Paud tersebut maka pihaknya akan menyediakan bus khusus untuk melakukan antar-jemput terhadap para siswa.